Kota Mojokerto – suaraharianjatim.com : Pemerintah Kota Mojokerto menjadi tuan rumah pertemuan rutin organisasi perempuan se-Bakorwil Bojonegoro, yang melibatkan Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi). Acara digelar di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, pada Kamis (22/5), dan berlangsung semarak dalam balutan kolaborasi serta nuansa kultural.
Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi program antarwilayah sekaligus ruang ekspresi kreativitas dan budaya lokal. Rangkaian kegiatan dibuka dengan Tari Sekar Mojo sebagai tarian penyambutan, yang langsung memikat perhatian tamu undangan.
Suasana haru dan apresiatif tercipta saat anak-anak berkebutuhan khusus dari SLB B Pertiwi, binaan DWP Kota Mojokerto, menampilkan Tari Sorote Lintang dan pertunjukan angklung. Dengan kekompakan dan penghayatan tinggi, penampilan mereka menuai tepuk tangan panjang dari peserta.
Kemeriahan acara dilanjutkan dengan peragaan busana batik oleh para duta batik Kota Mojokerto. Karya-karya dari Sentra IKM Batik Maja Barama Wastra memperlihatkan motif khas lokal dengan desain modern yang memperkuat identitas budaya Kota Mojokerto.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta juga mengikuti city tour mengunjungi ikon-ikon kota, seperti Pusat Grosir Sepatu, Kolam Pemandian Sekarsari, Skywalk Mojopahit di Alun-Alun Wiraraja, Rumah Rakyat, Taman Bahari Majapahit, dan PLUT Maja Citra Kinarya.
Mewakili Wali Kota Mojokerto, Wakil Wali Kota Rachmad Sidharta Arisandi menyampaikan sambutan hangat kepada para peserta. Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Cak Sandi itu menyoroti potensi besar Kota Mojokerto meski secara geografis merupakan wilayah kecil.
“Wilayah Kota Mojokerto memang kecil, namun justru itu potensi terbesar. Karena yang diurus sedikit, seperti kelas private. Kota Mojokerto bisa menjadi kota percontohan,” ungkapnya.
Cak Sandi juga menegaskan pentingnya pertemuan ini sebagai ruang pemersatu semangat antarwilayah.
“Forum Bakorwil bukan hanya menyatukan program kerja, tetapi juga menyatukan jiwa. Kita membangun masyarakat dari akar, bukan dari menara gading,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kekayaan kearifan lokal yang ditampilkan, pertemuan organisasi perempuan se-Bakorwil Bojonegoro kali ini menegaskan peran Kota Mojokerto sebagai kota kecil dengan visi besar serta komitmen membangun dari akar rumput. *ds
