Mojokerto – suaraharianjatim.com : Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat langkah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Demam Dengue (DD) melalui pemberdayaan kader motivator kesehatan di tingkat kelurahan. Para kader ini kini diposisikan sebagai ujung tombak dalam membangun kesadaran warga akan pentingnya kebersihan lingkungan.
Dalam pertemuan bersama kader motivator Kelurahan Kedundung, Kamis (3/7), Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menekankan pentingnya peran aktif para kader dalam mengedukasi dan menggerakkan masyarakat. “Sebagai kader, panjenengan harus jadi penggerak perubahan. Jaga lingkungan, ajak warga hidup bersih, itu kunci utama mencegah DBD,” ujar Ning Ita, sapaan akrab wali kota.
Para kader didorong untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin setiap minggu. Upaya ini melibatkan pengecekan jentik di rumah warga, edukasi langsung mengenai pola hidup bersih dan sehat, serta penerapan prinsip 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang.
“Kalau kita konsisten menjaga kebersihan lingkungan, nyamuk tidak akan punya tempat berkembang biak. PSN bukan sekadar rutinitas, tapi gerakan kolektif yang harus berkelanjutan,” tambah Ning Ita.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan program pencegahan tidak cukup hanya dari pemerintah. Diperlukan kolaborasi menyeluruh, di mana kader motivator menjadi jembatan antara kebijakan dan kesadaran masyarakat.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Mojokerto untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman. Dengan mengoptimalkan peran kader kesehatan, diharapkan upaya pencegahan DBD dapat lebih efektif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara langsung. *ds
Kader Motivator Jadi Garda Terdepan Cegah DBD di Mojokerto
