Jombang – suaraharianjatim.com : Pembangunan jalan rabat beton yang berlokasi di Dusun Kedungsari, Desa Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang anggarannya bersumber dari BK Kabupaten tahun 2023, diduga tidak berkualitas. Pasalnya, jalan tersebut baru dikerjakan dalam beberapa bulan sudah rusak parah, retak-retak, mengelupas dan nguyah sehingga tinggal nampak kerikilnya.
Dari pantauan awak media suaraharianjatim.com di lokasi pekerjaan Kamis (5/10/2023), proyek yang bernilai Rp86 juta ini sudah dalam kondisi rusak. Cor betonnya sudah mengalami retak dan pecah, serta nguyah.
Kondisi tersebut menguatkan rendahnya mutu serta kualitas pada pengerjaan proyek yang sumber anggaranya dari BK Kabupaten Jombang Tahun anggaran 2023.

Menurut keterangan dari warga setempat, yang keberatan disebut namanya mengatakan, “warga di sini (maksudnya warga Bugasurkedaleman) sungguh kecewa berat, karena jalan yang diharapkan tahan bertahun-tahun, hasilnya tidak memuaskan, dikarenakan diduga kualitas betonnya tidak sesuai spesifikasi teknis atau RAB nya, kebanyakan pasir daripada semennya, makanya jadi hancur, retak, putus-putus, mengelupas dan nguyah.
“Coba bisa dilihat sendiri (sambil menunjukan cor beton yang hancur). Apa lagi kalau terkena air hujan, jalan ini mudah keropos, tinggal lah sisa krikil- krikil yang tajam” katanya dengan nada serius.
Perlu diketahui bahwa Pembangunan Jalan Rabat Beton Usaha Tani, di Desa Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang punya volume Panjang 111 Meter dan Lebar 2,5 Meter. Dengan anggaran Rp86.000.000; dari BK.Kabupaten Jombang.
Kepala Desa Bugasurkedaleman Surawi, ketika dikonfirmasi awak media suaraharianjatim.com dikantornya mengatakan, bahwa kerusakan jalan tersebut dikarenakan belum cukup kering jalan rabat beton tersebut sudah dilewati combi alat pemotongan padi, karena desa kami desa pertanian.

Masi kata Kepala Desa Surawi, “pada saat itu sempat kita tutup, kita alihkan kejalan lain, tapi justru kami yang didemo pemilik combi dan masyarakat petani, kalau tidak boleh lewat jalan tersebut mereka akan mogok bayar pajak, jadi kamipun serba salah, akhirnya kami kumpulkan baik pengusaha combi dan petani setempat untuk mencari solusi ketika ada kerusakan jalan usaha tani tersebut”.
Ketika ditanya kapan dimulainya pekerjaan tersebut, dan berapa ketebalan serta komposisi campurannya? Surawi, dengan tegas mengatakan “sekitar bulan dua, tahun 2023 pekerjaan dimulai, untuk ketebalan 15 cm, sementara untuk campurannya, satu sak semen, 4 takaran pasir dan 3 takaran koral, tanpa menyebut besaran takaranya. Insyaallah pekerjaan didesa saya dibuat percontohan di tingkat Kecamatan, bahkan dapat piagam dari Bupati Jombang, terkait Pembangunan di desa Bugasurkedaleman,” tegas Kades Surawi.
Apapun yang diceritakan Kepala Desa Bugasurkedaleman, merupakan hak mereka, tapi fakta dilapangan pekerjaan rabat beton jalan usaha tani belum sampai satu tahun sudah rusak parah, putus disana sini, mengelupas, nguyah sehingga yang nampak tinggal kerikilnya. Waga Bugasurkedaleman tetap mengharapkan Inspektorat Kabupaten Jombang, atau Aparat Penegak Hukum (APH) turun kelapangan untuk memeriksa Pembangunan jalan rabat beton di desan Bugasurkedaleman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.*ts





