Jombang – suaraharianjatim.com : Pembangunan jalan Rabat Beton di Dusun Tunggul 2, RT.02 / RW.07, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB).
Pasalnya pekerjaan jalan Rabat Beton yang baru seumur jagung sekarang kondisinya sudah rusak parah, aus, mengelupas semennya, dan lubang-lubang di sepanjang jalan yang baru saja dikerjakan, sehingga yang nampak batu krikil yang berserakan dan lubang-lubang disepanjang jalan tersebut.
Jalan rabat beton di Dusun Tunggul 2, RT.02 / RW.07, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, juga diduga memecah paket pekerjaan untuk menghindari lelang pekerjaan, karena anggarannya kalau ditotal lebih dari dua ratus juta rupiah.
Ada dua papan proyek yang terpasang dilokasi pekerjaan, yang pertama berupa prasasti yang menyebutkan kegiatan pembangunan Desa berupa Pembangunan Jalan Rabat beton, di Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, dengan Volume 158 M x 3 M, dengan anggaran Rp.139.078.000; yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025.
Yang kedua, berupa papan nama proyek yang bertuliskan nama kegiatan berupa pembangunan Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, berupa Pembangunan Jalan Rabat Beton, dengan volume Panjang 156,2 M dengan Lebar 3 M, Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, dengan anggaran sebesar Rp.140.000.000; yang anggaranya bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2025.
Hal ini jelas membuktikan bahwa Pemerintahan Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, untuk menyiasati lelang proyek diduga memecah paket pekerjaan menjadi dua anggaran, karena lokasi pekerjaan sama, obyek pekerjaan sama dan sumber anggaranpun sama, dari Dana Desa (DD) tahun 2025.
Yang lebih miris lagi kondisi pekerjaannya pun sama-sama rusak parah, mengelupas semennya, lubang disana sini, dan berserakan batu krikilnya lepas dari ikatan semennya.
Salah satu warga Desa Tunggorono yang di temuai awak media suaraharianjatim.com, dilokasi pekerjaan yang keberatan disebutkan namanya, mengatakan bahwa pekerjaan jalan rabat beton di depan rumahnya baru saja dikerjakan tiga bulan yang lalu, “tapi ya seperti ini kondisinya, sudah banyak yang mengelupas semennya, sehingga batunya berserakan dimana-mana,” ujarnya.
Ditambahkan, “kalau masih pagi hanya batu kecil-kecil yang nampak, tapi kalau sudah siang dan anginya kencang, abu semen yang berterbangan kemana-mana masuk dalan rumah. Untuk menghindari abu semen terbang kedalam rumah ketika ditiup angin, akhirnya kami modal sendiri beli semen untuk menutupi lubang-lubang jalan yang semennya mengelupas,” tegas warga Dusun Tunggorono dengan nada resah.
Disamping itu warga Dusun Tunggorono, Kecamatan Jombang, menuntut pertanggungjawaban Pemerintah Desa Tunggorono terkait penggunaan anggaran dan kualitas pekerjaan jalan rabat beton yang asal jadi ini.
Mereka juga mendesak aparat penegak hukum (APH) baik dari Kepolisian maupun dari Kejaksaan untuk turun tangan menyelidiki pekerjaan jalan rabat beton di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, yang diduga memecah anggaran dan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai RAB nya.
Sementara Kepala Desa Tunggorono, Didik Dwi Mulyawan ketika dikonfirmasi awak media suaraharianjatim.com, dikantornya tidak mau menemui awak media, di temui oleh Riris Kasi Pem, mengatakan kalau bapak Kepala Desa sedang akan rapat, ia juga meminta awak media mengisi buku tamu untuk bukti kehadiran awak media, Kamis 8/05/2025.*ryan
