Ramai-ramai Kepala Desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo Plesiran ke IKN saat Hari Kerja

Screenshot

Jombangsuaraharianjatim.com : Warga masyarakat se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, mengkritik keras fenomena Kepala Desa Se-Kecamatan Bandarkedungmulyo yang ramai-ramai meninggalkan tugas dan pelayanan publik selama tiga hari berturut-turut ke Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Menurut warga yang tinggal di Kecamatan Bandarkedungmulyo yang tidak mau disebut namanya, tindakan ini bukan hanya pemborosan anggaran.

Tapi juga menunjukkan mental feodal yang mengutamakan kepentingan pribadi daripada tugas sebagai abdi masyarakat.
“Ini cerminan buruk dari tata kelola birokrasi di Kabupaten Jombang. Seharusnya, pejabat fokus bekerja, bukan berlomba-lomba menunjukkan kesetiaan palsu kepada masyarakatnya. Mereka meninggalkan tugas demi cari popularitas di kalangan Kepala desa yang lain.


Warga selain mengkritik keras fenomena Kepala Desa se Kecamatan Bandarkedungmulyo, yang ramai-ramai meninggalkan tugas dan pelayanan publik demi melihat Ibu Kota Nusantara (IKN) menurutnya, tindakan ini bukan hanya pemborosan anggaran. Tapi juga menunjukkan mental feodal yang mengutamakan kepentingan pribadi daripada tugas sebagai abdi masyarakat.


“Ini cermin buruk dari tata kelola birokrasi di Kabupaten Jombang. Seharusnya, Kepala desa fokus bekerja, bukan berlomba-lomba menunjukkan kesetiaan palsu kepada warganya.


Ia menilai, banyak Kepala desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo yang justru lebih sibuk membangun citra diri dibandingkan bekerja untuk rakyat. Kehadiran mereka di Ibu Kota Nusantara (IKN) tak lebih dari sekadar ajang unjuk eksistensi dan popularitas di kalangan Kepala se-Kabupaten Jombang.

Warga Kecamatan Bandarkedungmulyo, juga menyoroti dampak dari kepergian Kepala desa secara massal terhadap pelayanan publik yang mandek di banyak Kantor-kantor Desa kosong, masyarakat sulit mendapatkan layanan administratif. Warga yang ingin mengurus keperluannya, terpaksa menunggu tanpa kepastian.

Bacaan Lainnya


“Ini tidak bisa dibiarkan. Kalau semua kepala Desa pergi, siapa yang melayani masyarakat? Pelayanan publik macet, urusan rakyat tertunda, hanya karena Kepala Desa ingin tahu Ibu Kota Nusantara (IKN), bisa dibilang Kepala Desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, lebih memilih jalan-jalan ke ibu kota nusantara yang baru. Ini perilaku yang tidak bertanggung jawab!”


Ia pun meminta Bupati Jombang Warsubi segera menertibkan mental kepala Desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo. Menurut warga seorang kepala daerah Bupati Jombang Warsubi tidak boleh terlena dengan ulah kepala desa se-Kecamatan Bandarkedungmulyo, yang meninggalkan kantor secara massal.

Sebagai warga di Kecamatan Bandarkedungmulyo, menegaskan bahwa jabatan kepala Desa adalah amanah untuk melayani rakyat. Bukan alat untuk mencari popularitas pribadi.


Mereka dipilih warganya untuk melayani masyarakat, bukan untuk jalan-jalan dan mencari sensasi belakah.*ryan

Pos terkait