Jombang – suaraharianjatim.com : Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembina Ekstrakurikuler Keagamaan SMP Tahun 2026, Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang tersebut diikuti oleh sebanyak 136 pembina ekstrakurikuler keagamaan dari jenjang SMP.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pembina ekstrakurikuler keagamaan agar mampu melaksanakan pembinaan secara terarah, terencana, dan memberikan dampak positif terhadap penguatan karakter peserta didik di sekolah.
Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono. Dalam sambutannya, Eko menekankan pentingnya administrasi dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, termasuk ekstrakurikuler keagamaan.
Menurutnya, meskipun kegiatan tersebut berada dalam ranah ekstrakurikuler, pelaksanaannya tetap harus memiliki konsep dan perencanaan yang jelas serta dituangkan secara tertulis.
“Jangan sampai tidak ada konsep tertulis, meskipun kita masuk ekstrakurikuler,” tegasnya.
Eko juga mendorong para pembina untuk terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan keagamaan di lingkungan sekolah. Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter dan mendukung pencapaian dimensi ketakwaan peserta didik terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
“Buat inovasi di sekolah untuk pelayanan keagamaan karena termasuk mendukung bagian dari dimensi sekolah, yakni ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, agar semakin baik,” ujarnya.
Ia berharap para pembina tidak hanya menjalankan kegiatan secara rutin, tetapi juga mampu menghadirkan program-program keagamaan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan lingkungan sekolah.
Sementara itu, materi bimtek disampaikan oleh Pengawas SMP, Saiful Amin. Dalam paparannya, Saiful menjelaskan bahwa pembina ekstrakurikuler keagamaan juga perlu memiliki perencanaan pembelajaran atau program kerja yang terstruktur. Menurutnya, perencanaan tersebut dapat dianalogikan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sehingga setiap kegiatan memiliki tujuan dan target yang jelas.
“Pembina ekstrakurikuler juga harus punya semacam RPP, sehingga target-target yang ingin dicapai dapat dirumuskan dengan jelas,” jelas Saiful.
Ia menambahkan, pembinaan ekstrakurikuler keagamaan memiliki karakteristik yang berbeda dengan pembelajaran Pendidikan Agama yang telah diberikan oleh guru mata pelajaran di sekolah. Oleh karena itu, titik berat kegiatan ekstrakurikuler keagamaan lebih diarahkan pada praktik keagamaan.
Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengimplementasikan pengetahuan keagamaan yang telah diperoleh dalam pembelajaran, sekaligus mengembangkan kebiasaan dan keterampilan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Saiful juga mengingatkan agar program ekstrakurikuler keagamaan tidak tumpang tindih dengan tugas dan materi yang telah dilaksanakan oleh guru agama. Sinergi antara guru Pendidikan Agama dan pembina ekstrakurikuler keagamaan menjadi penting agar pembinaan keagamaan di sekolah dapat berjalan secara terpadu dan saling melengkapi.
Melalui kegiatan bimtek ini, para pembina ekstrakurikuler keagamaan diharapkan semakin memahami pentingnya perencanaan, administrasi, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan.
Dengan pengelolaan yang baik dan inovatif, ekstrakurikuler keagamaan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang diikuti 136 pembina tersebut berlangsung sebagai bagian dari komitmen Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dalam memperkuat pembinaan karakter dan ketakwaan peserta didik melalui kegiatan keagamaan di satuan pendidikan.**
