Mojo City Innovation Expo, Ning Ita Tekankan Komitmen Pemimpin untuk Hadirkan Inovasi Berdampak

Mojokerto – suaraharianjatim.com : Pemerintah Kota Mojokerto mendorong pengembangan inovasi daerah yang tidak sekadar menghasilkan gagasan baru, tetapi mampu diwujudkan menjadi aksi nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Komitmen kepemimpinan, pengukuran dampak, serta kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi faktor penting untuk mewujudkan inovasi yang berkelanjutan.

Pesan tersebut mengemuka dalam talkshow Mojo City Innovation Expo yang digelar di Sunrise Hotel, Selasa (20/10). Forum ini menghadirkan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri pada Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, David Yama, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Lilik Pudjiastuti.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita menegaskan, komitmen pemimpin menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun budaya inovasi di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, capaian Kota Mojokerto hingga meraih predikat Kota Terinovatif merupakan hasil proses panjang selama enam hingga tujuh tahun terakhir.

Perjalanan tersebut, lanjutnya, dibangun melalui komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika pemimpin punya komitmen yang kuat, maka menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di bawah kewenangannya akan menjadi lebih terarah dan terukur,” tutur Ning Ita.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan pemerintahan tidak boleh hanya terpaku pada rutinitas atau pola kerja business as usual. Pemerintah daerah perlu mampu mengidentifikasi persoalan, mengorganisasi sumber daya, dan merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ketika kita sebagai pemimpin punya komitmen untuk memberikan yang terbaik, maka kita akan berupaya menginventarisasi apa yang menjadi persoalan, kemudian mengorganisasi seluruh sumber daya yang di bawah kewenangan kita dan jawabannya satu, kita lakukan inovasi,” jelasnya.

Ning Ita menambahkan, inovasi merupakan instrumen penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima, tata kelola pemerintahan yang akuntabel, serta pembangunan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, David Yama menekankan bahwa keberhasilan inovasi daerah perlu dinilai berdasarkan dampak yang dihasilkan, bukan hanya dari banyaknya inovasi yang dilaporkan oleh pemerintah daerah.

Ia memaparkan empat klaster perkembangan inovasi, yakni inisiasi, terkelola, terintegrasi, dan transformatif. Keempatnya menggambarkan tahapan perkembangan inovasi, dengan inovasi transformatif sebagai bentuk inovasi yang mampu memberikan dampak lebih luas terhadap pembangunan daerah.

“Inovasi transformatif adalah inovasi yang memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan daerah, pengurangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, serta kemandirian fiskal daerah,” paparnya.

Pandangan tersebut menegaskan bahwa inovasi perlu diarahkan untuk menyelesaikan persoalan konkret dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, Plt. Kepala BRIDA Provinsi Jawa Timur, Lilik Pudjiastuti, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah serta keselarasan inovasi dengan regulasi dan perencanaan pembangunan.

Menurutnya, inovasi yang dikembangkan setiap perangkat daerah perlu saling terhubung agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) juga diperlukan supaya inovasi selaras dengan arah pembangunan dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Inovasi yang dikembangkan perangkat daerah perlu terhubung dengan perencanaan pembangunan, termasuk melalui kolaborasi dengan Bappeda, agar tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat berkelanjutan. Selain itu, regulasi perlu menyesuaikan perkembangan inovasi sehingga pelaksanaannya memiliki landasan yang memadai,” imbuhnya.

Talkshow tersebut menjadi bagian dari Mojo City Innovation Expo yang menampilkan beragam inovasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Melalui diskusi dan pameran ini, pemerintah daerah berupaya memperkuat pertukaran gagasan sekaligus mendorong inovasi agar dapat diterapkan secara nyata.

Sejalan dengan tema Ideas into Action, Innovation into Impact, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat komitmen bersama untuk mengembangkan inovasi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.*ds

Pos terkait