Jombang – suaraharianjatim.com : Proyek pembangunan jalan lingkungan di Dusun Budug, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan , Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini menjadi sorotan masyarakat.
Jalan hotmix yang baru selesai dikerjakan, kini sudah tampak rapuh, batu krikil hotmix kelihatan timbul besar-besar dan diduga kurang pemadatannya.
Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Dari pantauan awak media suaraharianjatim.com, selain munculnya batu kerikil hotmix yang kasar, permukaan jalan, ketebalan lapisan hotmix juga terlihat sangat tipis.
Dalam papan proyek disebutkan volume pekerjaan 2,75 m x 126,50 m, dengan anggaran Rp. 90.217.862, dari Program Mantra ( Maju Sejatera ) Kabupaten Jombang 2026.
Beberapa warga yang ditemui suaraharianjatim.com, di lokasi mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan yang dinilai asal-asalan. Mereka menilai penggunaan dana Program Mantra seharusnya dilakukan secara transparan dan dengan kualitas yang baik, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
“Baru digelar sudah nampak materialnya kasar tidak seperti biasanya. Aspalnya tipis, di pinggirnya gampang rontok kalau diinjak,” ujar salah satu warga setempat, yang tidak berkenan disebutkan namanya.
Masyarakat berharap agar pihak Inspektorat Kabupaten Jombang dan Aparat Penegak Hukum (APH) baik Kepolisian maupun Kejaksaan segera melakukan pemeriksaan di lapangan untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan RAB dan ketentuan teknis yang berlaku.
“Proyek pembangunan jalan yang bersumber dari dana Mantra, seharusnya bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dan memperlancar mobilitas warga desa. Namun, jika pelaksanaannya tidak sesuai aturan, hal ini justru menimbulkan kekecewaan dan berpotensi mencoreng kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana Mantra” ujarnya.
Warga berharap agar pemerintah kabupaten segera menindaklanjuti dugaan ini dan memastikan adanya perbaikan jika ditemukan ketidaksesuaian.
“Seharusnya setiap proyek pembangunan di desa dilakukan dengan terbuka, jujur, dan sesuai standar, agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa belum berhasil dikonfirmasi secara resmi, terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan.*ryan
