Jombang – suaraharianjatim.com : Untuk mempererat tali silaturahmi serta menjalin hubungan sosial alumni SMAM 2 Kertosono, angkatan tahun 1983 mengadakan halal bihalal Idul Fitri 2025 bertempat di Rumah Fivi Mariana, di Perumahan Griya Kebraon Barat 6. Blok BE.22, Surabaya Barat, Kecamatan Karangpilang, Jawa Timur, 15/4/2025.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah alumni yang datang dari berbagai daerah dengan berbagai latar belakang profesi.
Para alumni sangat antusias mengikuti dengan penuh kegembiraan yang dikemas dalam suasana keakraban dan kekeluargaan. Acara rutinitas tahunan ini bergilir sesama alumni yang berkenan ditempati dengan kesadaran sendiri tanpa ada permintaan dan paksaan dari siapapun.
“sekarang kan masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah. Jadi, kami berkesempatan menggelar acara halal bihalal dalam rangkaian hari raya Idul Fitri di tempat kami,” Kata Fivi selaku tuan rumah.
Ditambahkan, “acara ini untuk yang kesekian kalinya diadakan. Dan kali ini bertempat dirumah saya, untuk kedepannya Kegiatan seperti ini akan bisa berlanjut”.
“Semoga silaturahmi ini terus terjaga, dan Allah swt mempertemukan kita kembali dalam kebahagiaan di Idul Fitri tahun mendatang,” Tutur Fivi.
Masih kata Fivi, “Tujuan utama acara ini adalah untuk memperkuat ikatan persaudaraan yang telah terbentuk sejak masa sekolah, serta menciptakan kesempatan bagi alumni untuk berkumpul dan saling bertukar pengalaman”.
“Syukur alhamdulillah, tali silaturahmi dan persahabatan diantara kami selalu terjalin dengan baik. Kami juga selalu berkomunikasi dan saling berkabar di grup Whatsapp (WA) dan lain-lain,” tegas Fivi.
Sementara Ketua alumni SMAM 2 Kertosono Tahun 1983, Kyai Moch Soberi, selain memberikan tausiyah tentang keagamaan, ia juga mengatakan, bahwa acara halal bihalal ini bukan hanya tentang reuni saja, tetapi juga tentang memberikan kontribusi kepada sesama anggota,
“Dengan terus menjalin silaturahmi seperti ini, semoga kita semua selalu diperluas rejekinya dan diberi keberkahan umur,” jelasnya.
Selain itu, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti doa bersama, diskusi, dan rama tamah. Peserta acara merasa senang dapat berkumpul dan menikmati suasana yang penuh kehangatan serta kebersamaan.
Tak mau ketinggalan Ustadzah Musriatun, mempertegas bahwa “yang disebut riyoyo (berhari raya) sesungguhnya adalah orang yang ketaatanya kepada Allah SWT makin meningkat setelah melewati bulan Ramadhan. Ia juga mengingatkan kepada teman-teman untuk tidak menjadi “ budaknya Ramadhan” yang hanya beribadah secara intens dibulan suci tersebut, namun melupakan ibadah dibulan–bulan lainnya. Orang yang benar-benar behari raya adalah mereka yang keluar dari bulan Ramadhan dengan membawa ampunan dosa dari Allah SWT.” Tegas bu Ustadzah Musriatun.
Ia juga mengharapkan bahwa reuni yang selama ini sudah berjalan begitu lama juga dijaga dengan baik dan berkelanjutan yang tidak ada batasnya.*ts
