Pengurus FKUB dan FPK Resmi Dikukuhkan, Bupati Jombang Tegaskan Pentingnya Menjaga Kerukunan 

Jombang – suaraharianjatim.com : Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si telah mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jombang. Acara pengukuhan yang berlangsung khidmat pada Jumat (2/10/2026) dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang serta tokoh masyarakat lintas agama.

Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan kepada para pengurus baru agar dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi menjaga iklim kondusif di Kabupaten Jombang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus FKUB dan FPK yang hari ini dikukuhkan. Saya berharap amanah ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dengan komunikasi yang baik, serta dapat menjalankan perannya secara aktif dan konsisten,” tutur Warsubi Bupati Jombang.

Beliau menegaskan bahwa Kabupaten Jombang memiliki kemajemukan yang tinggi dan sudah selayaknya menjadi cerminan keberagaman bangsa.

“Kabupaten Jombang ini sudah seperti miniatur Indonesia. Berbagai agama, suku, etnis, latar belakang sosial dan budaya hidup berdampingan di tengah masyarakat. Selama ini, alhamdulillah, kondisi kerukunan dan keharmonisan di Kabupaten Jombang dapat kita jaga dengan baik. Namun demikian, kita tidak boleh lengah. Potensi perselisihan, perpecahan, maupun gesekan sekecil apa pun harus kita antisipasi sejak awal. Karena kerukunan tetap membutuhkan perhatian dan pemeliharaan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut Bupati Warsubi, komitmen keharmonisan tidak bisa berdiri sendiri melainkan butuh sinergi seluruh elemen. FKUB dan FPK diharapkan mampu memetakan dinamika sosial serta menjadi jembatan penyelesaian isu keberagaman di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Menjaga kerukunan dan persatuan adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga harus berjalan searah. Untuk itu, saya berharap FKUB dan FPK dapat menjadi mitra pemerintah dalam membaca kondisi sosial di masyarakat. Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan bersama. Kalau ada perbedaan, mari kita cari titik temunya. Kalau ada potensi konflik, mari kita cegah agar tidak terjadi. Sehingga Kabupaten Jombang akan terus menjadi daerah yang aman, nyaman, guyub, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” tandasnya.

“FKUB saya harapkan dapat terus memperkuat komunikasi antar umat beragama. Perbedaan keyakinan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus ditempatkan secara proporsional. Semakin baik komunikasi yang dibangun, semakin terbuka pula ruang untuk saling memahami”, tambahnya.

Sementara itu, FPK diharapkan memiliki tanggung jawab untuk memperkuat pembauran di tengah keberagaman suku, etnis, dan budaya. “Pembauran tidak berarti menghilangkan identitas masing-masing, tetapi membangun kesadaran bahwa perbedaan tersebut dapat hidup dalam satu kehidupan bermasyarakat yang sama,” jelasnya.

Diakhir sambutannya Warsubi Bupati Jombang mengingatkan bahwa nilai utama dari keberadaan forum ini terletak pada dampak nyata di tengah warga.

“Kerukunan dan persatuan tidak cukup dijaga melalui kegiatan seremonial. Ukurannya adalah sejauh mana masyarakat mampu hidup berdampingan, menghormati perbedaan, dan tetap bekerja sama dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Bupati Warsubi.

Pos terkait