Jombang – suaraharianjatim.com : Gelora semangat, kreativitas, dan kolaborasi masyarakat Kabupaten Jombang menggetarkan GOR Merdeka Jombang pada Jumat (2/10/2026) malam. Ditandai prosesi penekanan sirine yang menggema penuh energi, Bupati Jombang Abah Warsubi, S.H., M.Si., didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin S.H., M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Jombang Hadi Atmaji, S.Ag dan segenap Forkopimda Kabupaten Jombang resmi membuka dimulainya rangkaian acara Kick Off & Logo Launch Jombang Fest 2026 dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang yang jatuh pada 21 Oktober 2026.
Ribuan penonton yang memenuhi tribun dan kursi undangan menyaksikan suguhan atmosfer spektakuler sejak awal hingga akhir.Tidak hanya menyedot antusiasme ribuan warga yang memenuhi area GOR Merdeka, acara ini juga memicu euforia masyarakat secara virtual melalui siaran langsung di kanal YouTube Jombangkab.
Momen luar biasa dalam acara ini ditandai dengan peluncuran Logo Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang yang mengusung tema: “Jombang Berbudaya, Bersama Berkarya, Jombang Berdaya.”
Logo tersebut bukan sekadar angka, melainkan simbol filosofis yang kaya makna. Pada visualisasi angka 116, terselip ragam ornamen khas daerah seperti Kopya Besutan, Candi Arimbi, Penari Remo, serta gestur figuratif saling merangkul. Elemen-elemen ini merepresentasikan kerukunan, harmoni sosial, dan kekayaan tradisi yang hidup subur di tengah masyarakat Jombang.
Dalam sambutannya, Bupati Jombang Warsubi yang didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin menegaskan bahwa Jombang Fest 2026 dihadirkan sepenuhnya sebagai kemeriahan perayaan masyarakat Kabupaten Jombang yang membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas, sektor pariwisata, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Jombang Fest ini kami hadirkan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang. Namun, yang paling penting, Jombang Fest ini adalah gawe kita bersama, gawe masyarakat Jombang. Monggo diajak keluarganya, diajak teman-temannya. Datangi acaranya, ramaikan, dan jangan lupa bagikan informasinya,” tegas Bupati Jombang Warsubi.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan besarnya agar perhelatan lintas sektor ini mampu menjadi daya dorong (booster) perekonomian daerah.
“Kami ingin budaya lokal semakin dikenal, UMKM dan produk unggulan Jombang semakin luas pasar kerjanya, industri kreatif terus tumbuh, dan generasi muda serta komunitas mendapatkan panggung untuk berkarya. Ketika budaya bergerak, UMKM berkarya, komunitas tumbuh, dan masyarakat terlibat, maka akan semakin banyak potensi Kabupaten Jombang yang bisa dikenal dan dikembangkan,” pungkas Abah Warsubi.
Rangkaian Jombang Fest 2026 sejatinya telah bergulir sejak Jumat siang melalui pembukaan 3X3 Basketball Competition Se-Jawa Timur di GOR Merdeka (2–4 Oktober 2026). Perhelatan ini dipastikan akan terus menyajikan berbagai kegiatan menarik, mulai dari olahraga, seni budaya, kegiatan religi, UMKM Expo, hingga pertunjukan hiburan masyarakat yang berlangsung marathon hingga puncak acara pada 24 Oktober 2026 mendatang.
Guna memastikan tata kelola dan persiapan yang matang, Ketua Panitia Jombang Fest 2026 yang juga Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Jombang, Syaiful Anwar, S.T., M.E., menekankan bahwa event besar ini lahir dari fondasi kerja keras dan kolaborasi erat antar instansi serta komunitas dan masyarakat Kabupaten Jombang.
“Dalam rangkaian Jombang Fest 2026 tidakhanya menyajikan olahraga, budaya, UMKM Expo, tapi juga religi, Jombang Bersholawat bersama Gus Iqdam, kegiatan bakti sosial Khitan Massal Gratis diikuti 210 anak dari 21 Kecamatan di Kabupaten Jombang, serta operasi Katarak Mata Gratis diikuti 116 orang”, ungkap Syaiful Anwar menyampaikan rincian agenda kegiatan Jomfest.
Suasana malam peluncuran logo 116 makin semarak dengan hadirnya Komunitas Keroncong Anak Jombang (KKAJ) yang sukses menjadi acara pembuka dengan alunan musik khas yang memikat hati para undangan VIP dan warga yang hadir.
Tak kalah memukau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mempersembahkan pertunjukan tari kolosal bertajuk “JOMBANG NYAWIJI”. Secara artistik karya ini mengisahkan perjalanan peradaban Jombang, mulai dari era Kahuripan, tradisi Wayang Topeng Jatiduwur, legenda Kebo Kicak dan Surontanu, hingga peran besar KH. Hasyim Asy’ari yang membawa nama Jombang Santri bergema ke panggung dunia.
Kemeriahan malam Kick Off & Logo Launch juga diselingi pembagian merchandise eksklusif bagi pengunjung beruntung dan aksi panggung energik dari Twenty NINE Band yang sukses menyemarakkan panggung GOR Merdeka Jombang.
Jombang Fest 2026 disambut hangat oleh masyarakat. Tidak hanya meriah, tapi juga sarat nilai budaya lokal, memberikan ruang ekspresi bagi anak muda berbakat dan menggerakkan UMKM.
“Pembukaannya keren, ada keroncong anak muda, tari kolosalnya luar biasa, ditambah penampilan Twenty NINE Band. Maju terus untuk Pemkab Jombang,” Aan dari Ploso.
Para pelaku UMKM pun berharap ajang ini konsisten menggerakkan ekonomi warga hingga puncak acara.
“Semoga ramai terus sampai 24 Oktober, sehingga UMKM lokal makin laris dan Jombang makin berdaya. Terima kasih Abah Bupati semoga Jombang terus berkembang, banyak event, makin sayang sama UMKM”harap Ibu Ike dari Diwek yang juga pelaku UMKM.
