Mojokerto – suaraharianjatim.com : Program revitalisasi satuan pendidikan di SDN Talok 1, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, disinyalir menyisakan sejumlah tanda tanya besar. Pasalnya, pengerjaan proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut diduga tidak sepenuhnya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Sekolah Dasar.
Dalam papan proyek disebutkan, pelaksana kegiatan adalah P2SP, dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender dan nilai bantuan sebesar Rp 880.437.888;.
Nilai anggarannya cukup besar tersebut tentunya menjadi perhatian publik, terlebih dana yang digunakan bersumber dari APBN dan diperuntukkan bagi peningkatan sarana serta prasarana pendidikan.
Namun, dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut kini menjadi sorotan tajam, karena adanya banyak item material lama yang masih dipasang, seperti kayu kuda-kuda lama, balok blandar hampir semuanya di pasang kembali.
Proyek Revitalisasi dalam pengerjaannya bisa melibatkan masyarakat secara langsung, melalui pola swakelola, dan juga pembelian bahan material lokal, melibatkan tukang dan pelaku UMKM di sekitar sekolah.
Tapi sayangnya proyek revitalisasi SDN Talok 1, justru diduga diborongkan secara sepihak kepada pihak ketiga atau kontraktor, oleh Kepala Sekolah.
Untuk memperoleh informasi dan memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai RAB maupun ketentuan teknis, pihak media suaraharianjatim.com. berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SDN Talok 1 Eri Rosita Dewi Spd.
Dalam keteranganya, Kepala Sekolah SDN Talok 1 mengatakan, “bahwa terkait pekerjaan memang bukan orang sini, karena menurut RAB-nya untuk ongkos tukang dan kuli terlalu rendah, kita menyesuaikan dengan RAB-nya, kita gak nemu pekerja karena tukang dan kuli di sini maksudnya di Mojokerto upahnya sudah terlalu mahal, makanya kita cari pekerja dari luar kota,” ujarnya dengan nada berkelit.
Sementara masyarakat berharap proyek yang dibiayai hampir Rp 880.437.888; dari APBN benar-benar dikerjakan sesuai RAB, spesifikasi teknis, volume, mutu pekerjaan, serta ketentuan yang berlaku. (red)
