Mojokerto – suaraharianjatim.com : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus menunjukkan komitmennya dalam membina dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan bertajuk “Who Am I”, yang digelar pada Rabu (23/7/2025) di aula Lapas Mojokerto.
Pelatihan moralitas ini merupakan hasil kolaborasi dengan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia, yang menghadirkan narasumber nasional sekaligus motivator, Erina Wongso. Kegiatan berlangsung penuh semangat dan interaktif, diikuti antusias oleh puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tampak larut dalam suasana reflektif dan inspiratif.
“Siapa saya? Untuk apa saya hidup? Apa yang bisa saya ubah?”itulah pertanyaan mendasar yang menjadi benang merah pelatihan hari itu.
Erina Wongso, yang dikenal luas karena pengalamannya dalam membina karakter di berbagai Lapas di Indonesia, mengajak peserta untuk merenungi kembali jati diri, nilai kehidupan, dan potensi perubahan dalam diri masing-masing.
“Semua orang bisa berubah. Yang terpenting adalah kemauan untuk mengenali diri, mengakui kesalahan, dan memulai langkah baru,” tutur Erina dalam sesi motivasi.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini bukan hanya program rutin, tetapi bagian dari pembinaan menyeluruh yang menyentuh sisi mental dan spiritual warga binaan.
“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan diri dan moral warga binaan. Harapannya, mereka menemukan semangat baru untuk berubah dan kembali ke masyarakat dengan identitas yang lebih baik,” ujar Kalapas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan holistik Lapas Mojokerto dalam membina warga binaan tidak hanya dari aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dan emosional. Dengan bekal moralitas dan kesadaran diri, proses reintegrasi sosial diharapkan berjalan lebih maksimal.
Pelatihan “Who Am I” menjadi pengingat bahwa perubahan adalah mungkin. Dan di balik tembok Lapas, ada banyak harapan yang sedang dipupuk untuk kehidupan yang lebih baik setelah masa pidana berakhir. *sw
